Powered By Blogger

Sabtu, 17 Oktober 2015

Cara Mudah Mengatasi "Windows Is Not Genuine Tanpa Sofware

Cara Mudah Mengatasi "Windows Is Not Genuine Tanpa Sofware

Jangan panik jika laptop anda muncul peringatan“Windows Is Not Genuine”, yang maksudnya adalah komputer atau laptop anda tidak menggunakan windows yang original, dan solusinya harus memasukkan serial numbernya. Namun setelah saya googling dan baca dari jalantikus.com, akhirnya saya tenang tidak perlu repot-repot lagi untuk menginstall dengan windows yang original ataupun susah payah mencari crack serial numbernya.

Ada cara mudah untuk menghilangkan peringatan “windows is not genuine” pada komputer anda, ikuti langkah berikut ini :

Klik START, lalu Program, dan pilih Accessories.Kemudian...

Pilih Command Prompt, klik kanan dan klik “run as administrator” maka akan muncul seperti dibawah ini


Lalu ketikkan slmgr.vbs -rearm

Setelah itu akan muncul peringatan seperti dibawah ini, klik “OK”


Komputer atau laptop anda akan merestart, dan selesai.

MULAILAH PAGIMU DENGAN MENJAGA HAK ALLAH

MULAILAH PAGIMU DENGAN MENJAGA HAK ALLAH

Assalamu'alaikum wr wb.
Diriwayatkan bhw...umat Rasulullah SAW adlh umat "terbaik" diakhir zaman dg syarat ikut "berdakwah".
Namun, sehebat-hebatnya kita beribadah...tdk bisa menandingi kehebatan ibadah para sahabat pd jaman Rasulullah, krn kita masih "menginginkan" dunia, utk itu...mari kita masuk ke zona "dakwah", minimal dg cara men "share" tausiah di bwh ini...

BANGUN TIDUR MIKIRIN APA?

Ada yg mikirin kerjaan, tugas sekolah, mau kemana hari ini, dll. Kebanyakan yg dipikiran adlh lebih berorientasi pd diri sendiri dan duniawi.

Rasulullah saw bersabda :
“Barangsiapa yg bangun di pagi hari namun hanya dunia yg dipikirkannya, shg seolah2 dia tdk melihat hak Allah dlm dirinya maka Allah akan menanamkan 4 penyakit dlm dirinya:  kebingungan yg tiada putusnya, kesibukan yg tidak ada ujungnya, kebutuhan yg tdk terpenuhi & keinginan yg tidak tercapai”. ( HR. Ath Thabrani)

Maka mulailah pagi harimu dg menjaga Hak Allah pd dirimu & bersyukur krn Dia msh memberi umur dan kesempatan utk hidup, dg demikian Allah akan menjaga 'duniamu.

> Apa yg perlu dikhawatirkan jika tlh mendapatkan yg lbh baik dr dunia dan seisinya?

Nabi saw bersabda : “Dua rakaat shalat sunnah sebelum subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya". (HR. Muslim 725)

> Apa yg ditakutkan jika Allah yg maha memiliki alam semesta ini tlh menjamin hari mu?

“Barangsiapa yg shalat subuh maka dia berada dlm jaminan Allah..”. (HR. Muslim 163)

> Dan apa yg perlu diresahkan jika dg dzikir pagimu, Allah akn mengangkat derajatmu?

“Maukah kamu aku tunjukkan  perbuatanmu yg terbaik, paling suci di sisi Raja-mu (Allah) & paling mengangkat derajatmu, lbh baik bagimu dari infak emas atau perak..”. Beliau bersabda: “Dzikir kepada Allah Yang Maha tinggi". (HR. At-Tirmidzi 3377)

> Dgn berdzikir maka  pagi mu akan menjadi lebih indah & berseri.

“..Ingatlah, hanya dg mengingati Allah-lah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

> Lalu tutup pagimu dg sholat dhuha.

“Wahai anak Adam, jgn-lah engkau tinggalkan 4 raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang". (HR. Ahmad 5/286)

Betapa tenang dan damainya pd hari itu, jika kita mulai dipagi hari dg memelihara Hak Allah.

Wallahu'alam bishawab...

Selamat pagi...wassalamu'alaikum wr wb. 😊

Kamis, 15 Oktober 2015

Biasakan untuk Melakukan Sholat Malam

Biasakan untuk Melakukan Sholat Malam


Ibrahim bin Adham pernah didatangi oleh seseorang untuk meminta nasehat agar ia bisa mengerjakan shalat malam (tahajud).
Beliau kemudian berkata kepadanya, “Janganlah engkau bermaksiat kepada Allah Azza Wajala di siang hari, niscaya Allah akan membangunkanmu untuk bermunajat di hadapan-Nya malam hari. Sebab munajatmu di hadapan-Nya di malam hari merupakan
kemuliaan yang paling besar, sedangkan orang yang bermaksiat tidak berhak mendapatkan kemuliaan itu."

Sementara Fudhail bin Iyadh berkata, “Jika engkau tidak mampu menunaikan shalat malam dan puasa di siang hari, maka ketahuilah bahwa engkau sebenarnya sedang dalam keadaan terhalang, karena dosa-dosamu begitu banyak."

Seseorang datang kepada Imam Ghazali untuk menanyakan kepada Beliau mengenai sesuatu yang menyebabkannya tidak bisa bangun malam untuk mengerjakan shalat. Beliau menjawab, “Dosa-dosamu telah membelenggumu."

Al-Hasan berkata, “Tidaklah seseorang meninggalkan shalat malam kecuali karena dosa yang dilakukannya. Oleh karena itu, periksalah diri kalian setiap malam ketika matahari terbenam, kemudian bertaubatlah kepada Robb kalian, agar kalian bisa mengerjakan shalat malam."
Dalam kesempatan lain, beliau menjelaskan, “Di antara pertanda
seseorang itu tenggelam dalam dosa adalah bahwa dadanya tidak
pernah lapang untuk bisa mengerjakan puasa di siang hari dan mengerjakan shalat sunnah di malam hari."

Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Aku pernah terhalang (tidak bisa
bangun) untuk mengerjakan shalat malam selama lima bulan
disebabkan satu dosa yang telah aku lakukan."
Ditanyakanlah kepada beliau, “Dosa apakah itu? “Beliau menjawab,
“Aku melihat seorang laki-laki yang menangis, lalu aku katakan di dalam hatiku bahwa itu dilakukannya sebagai bentuk kepura-puraan saja."

Abdullah bin Mas’ud pernah ditanya oleh seseorang, “Kami tidak bisa bangun malam untuk mengerjakan shalat". Ia pun menjawab,
“Dosa-dosamu telah membelenggumu."

Demikian juga memakan barang yang haram akan menghalangi
pelaksanaan shalat malam.
Salah seorang dari kalangan Ulama mengatakan, "Betapa sering sesuap makanan itu menghalangi pelaksanaan shalat malam.
Betapa sering pandangan itu menghalangi seseorang dari membaca satu surat dari Al-Qur’an."

Sungguh seorang hamba itu akan menyantap satu makanan atau
melakukan sesuatu perbuatan yang menyebabkannya tidak bisa
mengerjakan shalat malam selama satu tahun.

Demikian juga, kecintaan kepada dunia (hubbud dunya) bisa
menghalangi seseorang untuk melaksanakan shalat malam.

Abu Thalib Al-Makki berkata, “Yang bisa menghalangi seorang
hamba dari melakukan shalat malam, atau yang menjadikannya lalai dalam waktu sekian lama, ada tiga hal. Yaitu, menyantap makanan yang syubhat, terus-menerus melakukan perbuatan dosa dan dominasi pikiran keduniaan di hati."

Bertolak dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa yang bisa
membantu seseorang agar bisa mengerjakan shalat malam itu
adalah;
1. Memakan makanan yang halal,
2. Istiqomah di dalam bertaubat,
3. Menjauhi makanan yang haram dan syubhat,
4. Menjauhi dosa dan maksiat,
5. Menolak dominasi pikiran keduniaan dan kecintaan kepada dunia dari dalam hati dengan cara selalu ingat mati dan memikirkan akhirat atau apa saja yang akan ditemui sesudah mati.
*****

Sungguh, di antara shalat sunnah yang paling utama adalah shalat
malam (tahajud).
Allah berfirman (yang artinya): Pada sebagian malam itu, bertahajudlah kalian sebagai ibadah tambahan bagi kalian. (Dengan shalat malam itu) Allah pasti mengangkat kalian ke derajat yang terpuji (QS. Al-Isra’: 79).

Begitu pentingnya shalat tahajud ini, Rasulullah sampai
menyuruh kita untuk “mengqadhanya” saat tertinggal.
Beliau bersabda, “Jika kalian tertinggal dari menunaikan shalat
malam karena sakit atau hal lain, hendaklah kalian menunaikan
shalat dua belas rakaat (rawatib) di siang hari.” (HR Muslim).

Dalam hadits lain beliau bersabda, “Siapa saja yang ketiduran hingga tidak menunaikan shalat witir atau sunnah-sunnahnya, Hendaklah ia menunaikannya saat terjaga.” (HR Muslim).

Sebaliknya, Rasulullah “mencela” orang yang tidak melakukan shalat malam, padahal ia sering bangun tengah malam.

Beliau bersabda kepada Abdullah bin Amr bin al-’Ash, “Wahai
Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan; ia bangun malam tetapi tidak menunaikan shalat malam.” (Mutaffaq ‘alaih).


Semoga Allah ringankan hati dan langkah kita untuk tunaikan shalat malam.


بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ
Semoga bermanfaat.


Minggu, 11 Oktober 2015

Kebaikan pasti dibalas kebaikan

Tak Ada Balasan Kebaikan, Kecuali Kebaikan Pula

Mungkin ini sudah kesekian kalinya saya menulis postingan tentang kebaikan, saya sangat senang dengan tema ini, karena ini bisa memotivasi serta mengingatkan diri saya untuk senantiasa berbuat baik.
Sudahkah kalian berbuat baik hari ini? Memang sih kita sebaiknya tidak usah mengingat-ingat kebaikan kita kepada orang lain, tapi kita harus selalu ingat kebaikan orang lain kepada kita.
Meski begitu kita seharusnya punya target untuk berbuat/melakukan kebaikan setiap harinya. Kita harusnya punya target untuk bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

1. Pernahkah kamu berbuat baik kepada seseorang namun dia tidak menganggap kita telah membantu?

2. Pernahkah kamu berbuat baik kepada seseorang namun setelah dibantu dia tidak menunjukkan rasa terimakasih sama sekali?

3. Pernahkah kamu berbuat baik kepada seseorang namun setelah dibantu dia justru membalas dengan kejahatan?



Hayoo... pernahkah ada yang mengalami satu atau dua atau tiga kejadian diatas? jika iya, saya ingin mengajukan pertanyaan lainnya. Apakah anda menyesal telah membantu orang tersebut? 

Saya harap jawabannya adalah Tidak. Tidak menyesal. 

Yakinlah wahai teman, bahwa semua kebaikan yang kita kerjakan itu pasti lah akan dibalas oleh kebaikan pula. Karena itu sudah janji Allah. Percaya kan sama janji Allah, rajanya manusia?

Janji Allah tersebut ada dalam surat pengantinya Al-Qur'an yakni surat Ar-Rahman, ayat ke 60 yang bunyinya  ,

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ
artinya : Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).

Terus kenapa ya kok bisa ada dari kita yang mengalami kejadian seperti di pertanyaan nomer 1, 2 dan 3.
Padahal kan Allah udah berjanji untuk selalu membalas kebaikan dengan kebaikan...


Yuk mari renungkan, apakah jika kebaikan kita tidak langsung dibalas dari orang yang kita bantu, lantas membuat kita ragu dengan janji-Nya?

Ah, kuasaNya tidak sesempit itu. Coba diingat-ingat lagi. Pernahkah kita mengalami suatu kejadian dimana tiba-tiba ada orang yang tidak kita kenal membantu kita? Padahal sebelumnya kita belum pernah berbuat kebaikan kepada orang tersebut? hmm pernah kan? atau mungkin pernah dari kita yang dibantu oleh seseorang teman jauuuh, yang sebelumnya juga kita belum pernah berbuat kebaikan kepadanya. Nah, bisa jadi itu adalah balasan kebaikan yang pernah kita lakukan untuk orang lain, namun masih 'ditabung' oleh Allah dan baru dibalas di waktu-waktu lainnya. Bisa, kan?

So, tetaplah berbuat baik. Jangan sedih jika telah membantu orang namun tidak dihargai oleh orang tersebut. Karena sejatinya kita berbuat baik itu adalah untuk diri kita sendiri.

Sabtu, 10 Oktober 2015

Jangan sampai tindakan kita dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita.

Copas dari grup Whatsapp
Suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak
untuk membeli buku dan majalah.
Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Mukanya puncemberut.
Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu.
Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu. Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya,
"Hei... Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu ?"
Sahabatnya menjawab,
"Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak ? Kitalah sang penentu atas
kehidupan kita, bukan orang lain".
"Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali", bantah orang
pertama. Ia masih merasa jengkel.
"Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan,
melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita.
Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah
yang bertanggung jawab atas diri sendiri".
Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain
kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan
membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi.
Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba2 jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan
dengan orang itu.
Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain?
Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu?
Jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak!
Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.
Pemenang kehidupan" adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang
sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar, serta tetap tenang di tengah badai.
(anonim)
 DP BBM saya saat ini juga dengan tema ini,
Semoga kita bisa bertindak dan bersikap baik dan bijak tanpa dipengaruhi tindakan orang lain terhadap kita


Never put off till tomorrow what you can do today.

“JANGAN MENUNGGU”

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.
2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan ….
5. Jangan menunggu orang memahami kamu. baru kamu memahami dia, tâÞi pahamilah orangitu, maka orang itu paham dengan kamu.
6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis.tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.
7. Jangan menunggu projek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka projek akan menunggumu.
8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.
9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah bukan sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.
10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.
11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.
12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!
13. Jangan menunggu waktu luang tuk ber-Ibadah.
Semoga Bermanfaat ... selamat beraktivitas....Are you Ready?..