Powered By Blogger

Senin, 26 Oktober 2020

Tips Sehat Ala Rasulullah

 Nabi Muhammad SAW diceritakan dalam berbagai literatur mulai dari Al-Quran maupun hadits adalah sosok yang jarang terkena penyakit dan selalu sehat dalam menjalankan aktifitas dakwahnya sehari-hari. Hal ini disebabkan dalam kesehariannya, Beliau selalu menerapkan pola hidup sehat. Berikut contoh pola hidup sehat yang selalu dikerjakan Nabi Muhammad dalam kesehariannya:

Selektif Terhadap Makanan

Tidak ada makanan yang masuk ke mulut rasulullah, kecuali makanan yang halal dan thayyib (baik). Beliau sangat hati – hati terhadap kandungan makanan yang ingin beliau konsumsi. Salah satu makanan kegemaran Rasul adalah madu. Beliau biasa meminum madu yang dicampur air untuk membersihan saluran pencernaan. Rasul bersabda,” Hendaknya kalian menggunakan dua macam obat, yaitu madu dan Alquran”(HR. Ibnu Majah dan Hakim).

Tidak Makan Sebelum Lapar dan Berhenti Makan Sebelum Kenyang

Perut mempunyai kapasitasnya sendiri. Kapasitas perut dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan (zat padat), sepertiga untuk minuman (zat cair), dan sepertiga lagi untuk udara (gas). Hal ini sebagaimana sabda rasulullah,”Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Makan Dengan Tenang

Jangan makan terburu – buru, makan dengan tenang akajn terhindar dari tersedak ataupun tergigit. Makanan yang dikunyah dengan pelan dan sampai lumat dapat membantu organ pencernaan beketrja lebih ringan, sehingga asama lambung tidak naik dan terhindar dari sakit perut. Jika kita selalu makan dengan terburu – buru akan menyebabkan kanker di usus besar.

Tidak Meniup Makanan atau Minuman Panas.

Dalam Hadits, Ibnu Abbas meriwayatkan “Bahwasanya Rasulullah SAW melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”. (HR. At Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Secara teori ilmiah, hadits Rasulullah tersebut dapat dijelaskan bahwa apabila kita menghembuskan nafas pada minuman, kita akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2), yang apabila bercampur dengan air (H2O), akan menjadi H2CO3, yaitu sama dengan cuka, sehingga menyebabkan minuman itu menjadi acidic (bersifat asam). Bila kebiasaan ini berlangsung dalam waktu lama akan dapat merusak kinerja ginjal serta dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Tidak Makan atau Minum Sambil Berdiri.

Jika kita terbiasa makan dan minum sambil berdiri, air dan makanan yang kita konsumsi akan langsung menuju kandung kemih tanpa disaring dan diserap vitaminnya terlebih dahulu oleh tubuh. Akibatnya akan terjadi pengendapan disaluran ureter. Endapan ini bila semakin dapat menyebabkan penyakit kristal ginjal atau batu ginjal.

Cepat Tidur dan Cepat Bangun

Rasulullah biasa tidur di awal malam dan bangun pada pertengahan malam kedua. Kemudian beliau bersiwak (sikat gigi), lalu berwudhu dan shalat sampai waktu Subuh. Beliau tidak pernah tidur berlebihan, namun tidak pula menahan diri untuk tidur sekedarnya. Tidur yang dianjurkan beliau adalah dengan memiringkan badan ke sebelah kanan dan kadang – kadang berbalik arah ke sebelah kiri untuk mempercepat proses pencernaan makanan.

Melakukan Puasa Sunnah

Ada beberapa puasa sunnah yang dianjurkan oleh beliau, seperti Senin Kamis, puasa Daud, puasa enam hari di bulan Syawal, dsb. Puasa dapat mencegah berbagai macam penyakit jasmani maupun rohani. Puasa sangat ampuh untuk detoksifikasi atau pembersihan racun dalam tubuh.

Reminder

 Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

RENUNGAN PAGI

"Keberuntungan" kadang memainkan perannya dalam kehidupan manusia, sekalipun kerap tidak masuk akal. Karena itulah takdir mereka.

Boleh jadi keterlambatanmu dari suatu perjalanan adalah keselamatanmu.

Boleh jadi tertundanya pernikahanmu adalah suatu keberkahan.

Boleh jadi dipecatnya engkau dari pekerjaan adalah suatu maslahat.

Boleh jadi sampai sekarang engkau belum dikarunia anak itu adalah kebaikan dalam hidupmu.

Boleh jadi engkau membenci sesuatu tapi ternyata itu baik untukmu, karena Allah Maha Mengetahui Sedangkan engkau tidak mengetahui.

Sebab itu, jangan engkau merasa gundah terhadap segala sesuatu yang terjadi padamu, karena semuanya sudah atas izin Allah.

Jangan banyak mengeluh karena hanya akan menambah kegelisahan.

Perbanyaknya Alhamdulillah itu yang akan mendatangkan kebahagiaan. Terus ucap alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.

Selama kita masih bisa tidur tanpa obat tidur, kita masih bisa bangun tidur hanya dengan satu bunyi suara, kita terbangun tanpa melihat adanya alat-alat medis yang menempel di tubuh kita, itu pertanda bahwa kita hidup sejahtera.

Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah, ucapkan sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.

Jangan selalu melihat ke belakang karena disana ada masa lalu yang menghantuimu.

Jangan selalu melihat ke depan karena terkadang ada masa depan yang membuatmu gelisah.

Namun lihatlah ke atas karena di sana ada Tuhan yang membuatmu bahagia.

Tidak harus banyak teman agar engkau menjadi populer, singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendirian. Tapi kawanan domba selalu bergerombol.

Jari-jari juga demikian; kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan kecuali jari jempol dia yang paling jauh diantara keempat itu.

Namun perhatikan engkau akan terkejut kalau semua jari-jari itu tidak akan bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya jempol yang sendiri, yang jauh dari mereka.

Karena itu, sebenarnya yang diperhitungkan bukanlah jumlah teman yang ada di sekelilingmu akan tetapi banyaknya cinta dan manfaat yang ada di sekitarmu, sekalipun engkau jauh dari mereka.

Menyibukkan diri dalam pekerjaan akan menyelamatkan dirimu dari tiga masalah; yaitu kebosanan, kehinaan, dan kemiskinan.

Aku tidak pernah mengetahui adanya rumus kesuksesan, tapi aku menyadari bahwa rumus kegagalan adalah sikap "asal semua orang senang".

Teman itu seperti anak tangga, boleh jadi ia membawamu ke atas atau ternyata sebaliknya membawamu ke bawah, maka hati-hatilah anak tangga mana yang sedang engkau lalui.

Hidup ini akan terus berlanjut baik itu engkau tertawa ataupun menangis, karena itu jangan jadikan hidupmu penuh kesedihan yang tidak bermanfaat sama sekali.

Jangan biarkan orang mengetahui rahasia air matamu, karena ia akan membuatmu selalu menangis.

Berlapang dadalah, maafkanlah, dan serahkan urusan manusia kepada Tuhan, karena engkau, mereka, dan kita semua, semuanya akan berpulang kepadaNya.

Jangan tinggalkan sholatmu sekali pun. Karena di sana, jutaan manusia yang berada di bawah tanah, sedang berharap sekiranya mereka diperbolehkan kembali hidup mereka akan bersujud kepada Allah walau sekali sujud.

Jangan selalu bersandar pada cinta, karena itu jarang terjadi.

Jangan bersandar kepada manusia karena ia akan pergi.

Tapi bersandarlah kepada Allah karena Dialah yang menentukan segala sesuatu

Subhanallah wa bihamdihi subhanallah hiladzim

Renungan

 Renungan Pagi

*"Keberuntungan"* kadang memainkan perannya dalam kehidupan manusia, sekalipun kerap tidak masuk akal.

Karena itulah takdir mereka.

√ Boleh jadi *Keterlambatanmu* dari suatu perjalanan adalah *Keselamatanmu*

√ Boleh jadi *Tertundanya pernikahanmu* adalah suatu *Keberkahan*

√ Boleh jadi *Dipecatnya* engkau dari pekerjaan adalah suatu *Maslahat*

√ Boleh jadi sampai sekarang engkau *Belum dikarunia anak* itu adalah *Kebaikan dlm hidupmu*.

√ Boleh jadi engkau *Membenci sesuatu* tapi ternyata itu *Baik untukmu*, karena *ALLAH Maha Mengetahui* Sedangkan engkau Tidak mengetahui.

Sebab itu, *Jangan engkau merasa gundah* terhadap segala sesuatu yg terjadi padamu, karena *Semuanya sudah atas izin ALLAH*

Jangan *Banyak mengeluh* karena hanya akan *Menambah kegelisahan*.

*Perbanyaklah Alhamdulillah,* itu yg akan *Mendatangkan kebahagiaan.*

*Terus ucap Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah*, sampai engkau tak mampu lagi mengucapkan Subhanallah *selama kita masih bisa tidur tanpa obat tidur, kita masih bisa bangun tidur hanya dgn satu bunyi suara, kita terbangun tanpa melihat adanya alat-2 medis yg menempel di tubuh kita, itu pertanda bahwa kita hidup sejahtera.*

*Alhamdulillah,* *Alhamdulillah,* *Alhamdulillah,*

ucapkan sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.

*Jangan selalu melihat ke belakang karena disana ada masa lalu yg menghantuimu.*

*Jangan selalu melihat ke depan karena terkadang ada masa depan yg membuatmu gelisah.*

*Namun lihatlah ke atas karena di sana ada ALLAH yg membuatmu bahagia.*

Tidak harus banyak teman agar engkau menjadi populer, *Singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendirian.* Tapi kawanan domba selalu bergerombol.

*Jari-2 juga demikian; kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan kecuali jari jempol dia yg paling jauh diantara keempat itu.*

Namun perhatikan engkau akan terkejut kalau semua jari-2 itu *Tidak akan bisa berfungsi dgn baik tanpa adanya jempol yg sendiri*, yg jauh dari mereka.

Karena itu, sebenarnya yg diperhitungkan *Bukanlah jumlah teman yg ada di sekelilingmu* akan tetapi banyaknya *Cinta dan Manfaat* yg ada di sekitarmu, sekalipun engkau jauh dari mereka.

Menyibukkan diri dlm pekerjaan akan menyelamatkan dirimu dari tiga masalah;

yaitu ~> *Kebosanan, Kehinaan, dan Kemiskinan.*

Aku (kita) tidak pernah mengetahui adanya rumus kesuksesan, tapi aku/kita menyadari bahwa *Rumus kegagalan adalah sikap "Asal semua orang senang."*

*Teman itu seperti anak tangga*, boleh jadi ia *Membawamu ke atas* atau ternyata sebaliknya *Membawamu ke bawah*, maka *Hati-hatilah anak tangga mana yg sedang engkau lalui.*

Hidup ini akan terus berlanjut baik itu engkau tertawa ataupun menangis, karena itu jangan jadikan hidupmu penuh kesedihan yg tidak bermanfaat sama sekali.

*Berlapang dadalah*, *Maafkanlah*, dan *Serahkan urusan manusia kpd ALLAH*, karena engkau, mereka, dan kita semua, semuanya *Akan berpulang/kembali kpd-NYA.*

*Jangan tinggalkan sholatmu sekali pun*. Karena di sana, *Jutaan manusia yg berada di bawah tanah, sedang berharap sekiranya mereka diperbolehkan kembali hidup mereka akan bersujud kpd ALLAH walau sekali sujud.*

*Jangan selalu bersandar pada cinta, karena itu jarang terjadi.*

*Jangan bersandar kpd manusia karena ia akan pergi*.

*Tapi bersandarlah kpd ALLAH karena DIAlah yg menentukan segala sesuatu.*

*Subhanallah wa bihamdihi subhanallaahil azhiim.*

Wallahu a'lam...

Semoga bermanfaat...

Barakallahu Fiikum.

Ridha Allah Tergantung pada Ridha Orang Tua

 hadist:

ﺭِﺿَﻰ ﺍﻟﺮَّﺏِّ ﻓِﻲ ﺭِﺿَﻰ ﺍﻟﻮَﺍﻟِﺪِ، ﻭَﺳَﺨَﻂُ ﺍﻟﺮَّﺏِّ ﻓِﻲ ﺳَﺨَﻂِ ﺍﻟْﻮَﺍﻟِﺪِ

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”

Artinya setiap anak yang baik, pasti membuat ridho orangtuanya, hal ini akan membuat Allah Ridho juga.

Tapi setiap anak nakal, pasti membuat orangtuanya murka, dan itu akan membuat Allah murka juga.

"Kamu pikirkan implikasi berikutnya dan cari literatur yang ada untuk membuat sebuah pola",

Setelah membolak balik berbagai literatur yang ada, akhirnya saya menemukan satu tulisan menarik yang ditulis oleh Dr. Agus Purwanto DSc

. disana beliau menuliskan bahwa anak nakal dan anak baik itu bergantung pada ridho dan murka orangtuanya.

Akhirnya sy mengolahnya kembali, menjadi siklus anak baik dan siklus anak nakal:

Siklus Anak Baik

*Anak Baik -> orangtua Ridho -> Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak makin baik*

Siklus Anak nakal

*Anak Nakal -> orangtua murka -> Allah Murka -> keluarga tidak berkah -> tidak bahagia -> anak makin nakal*

Kalau tidak ada yang memutus siklus tersebut, maka akan terjadi pola anak baik akan semakin baik, anak nakal akan semakin nakal.

*Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ?* ternyata kuncinya bukan pada anak melainkan pada ORANGTUANYA.

*Anak Nakal -> ORANGTUA RIDHO ->Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak jadi baik.*

Berat? iya, maka nilai kemuliaannya sangat tinggi. *Bagaimana cara kita sebagai orangtua/guru bisa ridho ketika anak kita nakal?*

Ini kuncinya

َﺇِﻥْ ﺗَﻌْﻔُﻮﺍ ﻭَﺗَﺼْﻔَﺤُﻮﺍ ﻭَﺗَﻐْﻔِﺮُﻭﺍ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَﺣِﻴﻢٌ “

Bila kalian memaafkannya... menemuinya dan melupakan kesalahannya... maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 64:14).

*Cara* orangtua ridho adalah menerima anak tersebut, memaafkan dan mengajaknya dialog, rangkul dengan sepenuh hati, terakhir lupakan kesalahannya.

Lalu, sebagai pengingat selanjutnya, kami menguncinya dgn pesan dari Umar bin Khattab

Jika kalian melihat anakmu/anak didik mu berbuat baik, maka puji dan catatlah, apabila anakmu/anak didikmu berbuat buruk, tegur dan jangan pernah engkau mencatatnya

- *Umar Bin Khattab*

Smg bermanfaat..

Tanda-Tanda Keberkahan

 Tanda-tanda dihinggapi berkah:

1. Selalu mensyukuri apa yang ada dan tidak mudah tergiur dengan milik orang lain.

2. Diri, keluarga, dan harta, tak hanya dirasakan sendiri manfaatnya, tapi juga bermanfaat bagi orang lain.

3. Walau harta tak banyak, rasanya cukup memenuhi kebutuhan. Jika kurang, ada saja jalan keluar untuk memenuhinya.

4. Jiwa tenang dan semakin dekat pada Allah.

5. Ringan dalam mengeluarkan zakat, infak dan sedekah. Tidak pernah merasa khawatir hartanya akan berkurang.

6. Bertambahnya jumlah, bertambah pula kebaikan yang ada padanya.

Ya Allah...Engkau Maha Kaya. Maka berilah aku rezeki yang barakah, berkah dan halal. Dan masukkanlah hamba ke dalam golongan orang-orang yang pandai mensyukuri Nikmat dan Rahmat Nya

Aamiin ya Robbal'alamiin

APA YANG KITA LAKUKAN UTK ORANG LAIN, SUATU SAAT PASTI AKAN KEMBALI

 * RAHASIA KEHIDUPAN *

*" The Secret "*

~ Saat kita memberi »

kita akan menerima.

~ Saat kita menolong org lain » pada saat yang sama kita sedang menolong diri sendiri.

~ Apa yg kita lakukan untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan untuk diri kita sendiri.

• Inilah rahasia kehidupan yang tersembunyi bagi banyak orang.

» Bukan karena mereka tidak melihat kebenaran ini, tapi karena mereka tidak mempercayainya.

Karena itu banyak orang lebih berbahagia menerima daripada memberi, lebih suka ditolong daripada menolong. Hidup hanya berpusat kepada diri sendiri.

Αda ilustrasi menarik :

Seorang buta sedang berjalan dengan tongkatnya di malam hari.

Tangan kanannya memegang tongkat sementara tangan kirinya membawa lampu

Pemandangan ini cukup mengherankan bagi seorang pria yang kebetulan melihatnya.

Supaya tidak penasaran,

pria itu bertanya, "Mengapa anda berjalan membawa lampu?"

Orang buta itu menjawab,

"Sebagai penerangan."

Dengan heran pria iτu bertanya lagi, "Tapi.. bukankah anda buta & tetap tidak bisa melihat jalan meski ada lampu penerangan?"

Orang buta itu tersenyum sambil menjawab;

"Meski saya tidak bisa melihat, orang lain bisa melihatnya."

Selain membuat jalanan menjadi terang, hal ini juga menghindarkan orang lain untuk tidak menabrak saya."

» Disaat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri.

Kita diingatkan untuk tidak jemu2 berbuat baik.

Ini sebuah rahasia kehidupan untuk hidup yang penuh berkat, berkelimpahan & bahagia.

"APA YANG KITA LAKUKAN UTK ORANG LAIN, SUATU SAAT PASTI AKAN KEMBALI"

A Wise Teacher

 Kisah Guru bijak yg perlu diteladani bagi guru2 zaman now:

Seorang murid bicara kasar, marah2, menghina, meremehkan dan meluapkan kebencianya terhadap gurunya. Namun guru bijak itu mendengarkan dengan sabar dan diam.

Sesaat kemudian Sang Guru Bijakpun berkata kepada si murid:

_“Apakah jika seseorang memberimu sesuatu, dan kamu tidak mau menerimanya, lantas menjadi milik siapa kah pemberian itu..?”_

_*“Tentu kembali menjadi milik si pemberi,"*_ jawab si murid dengan lugas.

_“Betul...... begitu pula dengan kata-kata kasar tersebut,"_ tukas Sang Guru.

_“Karena aku tidak mau menerima kata-kata itu, maka kata-kata tadi akan kembali menjadi miliknya. Dia harus menyimpannya sendiri._

_Dia tidak menyadari, karena nanti dia harus menanggung akibatnya di dunia atau pun akhirat; *karena energi negatif yg muncul dari pikiran, perasaan, perkataan, dan perbuatan hanya akan membuahkan penderitaan hidup."*_

Kemudian, lanjut Sang Guru: *”Sama seperti orang yg ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludah itu hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri."* "Demikian halnya, jika di luar sana ada orang yg marah-marah kepadamu... biarkan saja … karena mereka sedang membuang SAMPAH HATI mereka: *"Jika engkau diam saja, maka sampah itu akan kembali kepada diri mereka sendiri, tetapi kalau engkau tanggapi, berarti engkau menerima sampah itu.....”* *“Hari ini begitu banyak orang di jalanan yg hidup dengan membawa sampah di hatinya ( _sampah kekesalan, sampah amarah, sampah kebencian, dan lainnya_ ) … maka jadilah kita orang yg BIJAK”* Sang Guru melanjutkan nasehatnya: *“Jika engkau tak mungkin memberi, janganlah mengambil”* *“Jika engkau terlalu sulit untuk mengasihi, janganlah membenci”* *“Jika engkau tak dapat menghibur orang lain, janganlah membuatnya sedih”* *“Jika engkau tak bisa memuji, janganlah menghujat”* *“Jika engkau tak dapat menghargai, janganlah menghina:

self reminder :

I have to be quiet and patient if my students do something like that.

I have to be able to control my emotion if my students do something like that.

It's hard for me but i'll try.