Powered By Blogger

Kamis, 16 Oktober 2014

Berbuat Baiklah

Berbuat Baiklah!
Niat merupakan komponen dasar dari perbuatan baik atau buruk seseorang. Rasulullah SAW menjelaskan dalam haditsnya bahwa segala amal perbuatan itu tergantung kepada niatnya. Suatu perbuatan akan menjadi kebaikan jika diniatkan hanya karena Allah SWT (lillaahi ta’ala). Jika niatnya sudah baik, maka perbuatannya pun akan menjadi baik, walaupun hasil yang diinginkan tidak tercapai. Tapi Allah SWT sudah mencatatkan sebagai amal kebaikan.Subhanallah bukan?
.
Di dalam Al-Qur’an, jika Allah SWT memerintahkan untuk berbuat kebaikan, terkadang bersamaan dengan perintah menegakkan keadilan. Ini isyarat bahwa berbuat kebaikan itu biasanya didapatkan dengak kebiasaan berlaku adil. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebaikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.” (QS. An-Nahl [16]:90)
.
Islam mendorong umatnya untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan dan taqwa, dan balasan bagi segala perbuatan baik itu ada yang langsung dibalaskan di dunia, dan ada juga yang ditangguhkan untuk dibayarkan di akhirat. Seperti dalam firman-Nya, “Berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah [2]:148)
.
Berbuat baik itu tidak mengenal usia, ras ataupun golongan. Kita diperintahkan untuk berbuat kebaikan kepada semua orang. Dalam salah satu ayat Al-Qur’an, “Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil (orang yang bepergian) dan hamba sahayamu (pembantu).” (QS. An-Nisa [4]:36)
.
Allah SWT berfirman, “Bukanlah kebajikan itu menghadapkan muka ke arah timur dan barat, tetapi yang termasuk kebajikan ialah beriman kepada Allah, hari akhirat, malaikat-malaikat, Kitab-kitab, nabi-nabi, memberikan bantuan yang disayanginya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang terlantar dalam perjalanan, peminta-minta, dan memerdekakan perbudakan, mengerjakan shalat, menunaikan zakat, menepati janji yang telah diperbuat, sabar menderita kemiskinan dan kemelaratan, terutama ketika perang. Itulah orang-orang yang benar keimanannya, dan itu pulalah orang-orang yang takwa.” (QS. Al-Baqarah [2]:177)
.
Sebenernya mudah saja untuk mengetahui apa yang kita lakukan itu perbuatan baik atau tidak. Kita semua kan punya hati nurani. Sebelum melakukan sesuatu, coba tanya di dalam hati apakah itu perbuatan yang baik atau buruk. Jawaban suara hati tidak akan pernah berbohong. Misalkan saat kita menolong orang lain, suara hati pasti akan terasa senang. Lain halnya saat kita mencuri atau melakukan kesalahan, suara hati pasti mengatakan bahwa itu salah dan terjadi pemberontakan di dalam hati. Tapi ingat, jika kita terus menerus melakukan kejahatan, lama-lama suara hati akan tertutup dengan sendirinya, dan kita bisa menjadi sesat-sesesatnya.
.
Lalu apa balasan dari kebaikan yang dilakukan? Ya tentu saja kebaikan juga. Seperti firman-Nya, “Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan pula.” (QS. Ar-Rahman [55]:60).
.
Maka dari itu berbuat baiklah kepada siapapun, bahkan kepada orang yang telah berbuat jahat kepada kita. Mengapa? Karena kebaikan tersebut dilipatgandakan di sisi-Nya. Hal ini dijelaskan di dalam Al-Qur’an,“Mereka itu diberi pahala dua kali lipat disebabkan kesabaran mereka dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan.” (QS. Al-Qashash [28]:54)
.
Dalam ayat di atas jelas bahwa segala kebaikan akan mendapat balasan yang lebih baik dari Allah SWT, dan setiap kejahatan dibalaskan setimpal dengan apa yang dilakukan. Di sinilah letak kebaikan dan keadilan dari Sang Maha Menghakimi. Dia berikan ganjaran yang lebih kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. Namun untuk pelaku kejahatan dibalas setimpal dengan kejahatannya. Allah SWT tidak menzolimi sedikitpun terhadap orang-orang yang berbuat jahat. Subhanallah
.
Coba perhatikan ayat ini, “Siapa yang datang membawa kebaikan, baginya pahala yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan siapa yang datang membawa kejahatan, tidaklah diberi balasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan seimbang dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” (SQ. Al-Qashash [28]:84)
.
Bagaimana Dengan Perbuatan Jahat?
Ada madu, ada racun. Begitu pula dengan perbuatan manusia. Ada perbuatan baik, dan tentu saja ada perbuatan yang kurang baik. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa Allah SWT adalah Al-‘Adl atau Yang Maha Adil. Termasuk tentu saja jika kita melakukan perbuatan jahat, maka ada hukuman yang setimpal. Hukumannya pun bukan hanya dibalas di dunia, namun yang lebih mengerikan akan dibalas di neraka.
.
Ancaman hukuman neraka itu sebenarnya bukan karena Allah SWT jahat dan ingin menghukum manusia. Justru, Sang Maha Berkuasa teramat baik dengan memberikan peringatan tersebut agar manusia tidak tersesat dan disiksa. Seperti seorang Ibu yang memperingatkan anaknya agar tidak bermain di jalanan, karena kalau tertabrak mobil akan sakit, dan bisa meninggal. Kurang lebih seperti itulah analoginya.
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar